1. Pribadi
mandiri adalah pribadi yang berani, mau belajar, dan mau berlatih berdasarkan
pengalaman hidupnya. Ia melihat, mencoba, dan merasakan sendiri hal-hal
tertentu yang memang seharusnya sudah dilakukan, misalnya
- Seorang siswa dengan kesadaran sendiri mau belajar sesuai dengan jadwal yang ia tetapkan
- Seorang
siswa dengan kemauan sendiri berlatih suatu ketrampilan tertentu, seperti
musik, tari, teknologi.
KUNJUNGI INI DULU
Dapatkan berbagai informasi menarik lainya di: www.pejuangtoga.id
Baca seputar INFORMASI KESEHATAN terlengkap di : www.idnsehat.com
Dapatkan informasi JUAL ALAT KESEHATAN di: www.indoalkes.id
Seputar Info Jenius
Berita TeknologiMedia Informasi Lengkap
Jasa Website
Jasa buat website
Jasa Program
Jasa Backlink
Jasa Seo
Jual Blog
Jasa Adsense
Jual Adsense
Jasa Iklan
Tutorial Blog
Tutorial Adsense
Tutorial Komputer
Tutorial Internet
2. Pribadi yang berani menetapkan gambaran hidup yang ia inginkan. Gambaran hidup ini menjadi tujuan yang hendak dicapai dalam hidupnya
- Seorang siswa yang bercita-cita menjadi pakar ekonomi yang dapat membantu negara untuk mengatsi krisis yang terjadi dibidang ekonomi
3. Pribadi
yang berani mengarahkan kegiatan hidunpnya untuk mencapi tujuan yang telah
ditetapkan sebelumnya. Ia memiliki langkah-langkah, kegiatan atau tingkah laku
yang efektif untuk mencapi gambaran kehidupan yang diidealkan, misalnya
- Siswa yang bercita-cita menjadi ekonom mulai sekarang belajar dengan sungguh-sungguh mengenai apa saja yang berkaitan langsung atau tidak langsung dengan masalah ekonmi.
4. Pribadi
yang berani menyusun langkah kegiatannya melalui tahapan yang realistis,
berproses dan membutuhkan waktu. Ia menyusun program dan menetapkan rentang
waktu yang dibutuhkan, serta mau untuk mengwvaluasinya.
- Seorang siswa menetapkan target keberhasilan prestasinya pada semester satu, lalu dilanjutkan pada semester dua, hingga kahirnya lulus dengan prestasi yang baik sesuai dengan potensinya
5. Pribadi
yang berani mengatur dan mengelola waktu dan kesempatan dalam banyak hal.
- Berfikir agar mendapatkan kekuatan diri dan akal terus berkembang
- Belajar agar mendapatkan belajar dan ilmu
- Bermain agar terjaga keseimbangan hidup yang rileks
6. Pribadi
yang berani menata dan menata diri dan menjaga diri. Ia terus berlatih untuk
menjadi berkepribadian yang terpuji. Ia juga menjaga dan merawat kesehatan
tubuhnya
7. Pribadi
yang berani mengambil keputusan secara cepat dan cepat. Ia melakukannya dengan
berdasarkan adata dan informasi yang memadai, mendalami secara mandalam sebab
akibatya, memperhitungkan segala kemungkinan, menenmukan solusi, menganalisi
dampak dari solusi dan akhirnya ia mengambil keputusan dan menjaankan dengan
sadar dan bertanggung jawab
8. Pribadi
yang berani mengembangkan rasa percaya diri. Matap, tegas dan bijak
9. Pribadi
yang erani mengurangi ketergantungan ketergantungan hidupnya dari oang lain
untuk lebih bnayak bersandar pada pada kekuatan sendiri.
Menjadi
sukses adalah dambaan setiap orang. Namun, tidak semua orang dapat mengetahui
dan memahami jalan menuju kesana. Kadangkala ada orang yang masih
menggantungkan keinginan suksesnya kepada orang lain. Atau bersandar kepada
lingkungan yang menurutnya dapat membuat ia berhasil.
Ternyata hal ini adalah salah. Kita tidak bisa menggantungkan sepenuhnya kepada orang lain, kepada faktor diluar diri kita. Kesuksesan hanya bisa diraih dengan kemampuan sendiri. Bergantung kepada sikap kita, perilaku kita. Sehingga, bukanlah tindakan bijak jika kita menyalahkan lingkungan atau keadaan di luar kita ketika kesuksesan belum diraih.
Maka, mulailah berkaca pada diri sendiri. Lihat kemampuan diri, dan sedapat mungkin meminimalisir ketergantungan kepada orang lain. Sekuat tenaga kita harus menjadi pribadi mandiri yang mampu meraih sukses dengan usaha sendiri. Bukankah kita telah dibekali dengan potensi fisik, akal, dan kalbu? Jika semuanya kita sinergikan dengan baik dan berimbang, insya Alloh kita akan mampu meraih kesuksesan. Sayangnya, acapkali upaya ini belum optimal dilakukan. Tak jarang, kita hanya mengandalkan salah satu potensi saja.
Berikut tips singkat agar kita punya pribadi yang mandiri:
- Selalu berupaya menambah kapasitas keilmuan, baik untuk meningkatkan kemampuan akal, maupun untuk kepentingan ruhaniyah. Setiap peluang ilmu, ambil dan jangan sia-siakan. Karena setiap tempat, keadaan, siapapun dapat menjadi ladang ilmu bagi kita.
- Latih diri, riyadhah selalu. Karena ilmu tanpa amal adalah teori semata, tidak berdampak apa-apa bagi kita. Jadi, setelah mendapat pelajaran baru, tentu yang baik, segera amalkan. Latih agar terbiasa, hingga nantinya dapat manjadi sebuah kebiasaan yang baik.
- Cari lingkungan yang kondusif, baik untuk berkarya, atau untuk beribadah. Jika tujuan sukses kita didukung pula oleh lingkungan yang kondusif, insya Alloh cita-cita kita akan lebih mudah diwujudkan. Suatu saat, ketika kita sudah siap, tentu lebih mulia lagi kalau kita sendiri yang menciptakan lingkungan yang kondusif itu.
- Jangan cengeng, tahan air mata anda di depan orang banyak di manapun juga, apalagi di kantor misalnya bila tidak mau dianggap aneh. Anda bisa dicap terlalu sensitif dan tidak kuat dalam menghadapi masalah.
- Selalu siap tempur. Dalam hal ini selalulah menyalakan semangat dalam diri Anda setiap hari. Katakan dalam hati bahwa Anda adalah pribadi yang tangguh dan siap mengadapi segala tantangan.
- Taklukkan tantangan. Jadikan masalah sebagai teka-teki yang harus dipecahkan. Belajarlah untuk menghadapinya sendiri tanpa bantuan orang lain.
- Menjadi pribadi yang komunikatif. Tinggalkan pribadi yang pendiam dan acuh pada sekitar. Ini saatnya Anda menjalin komunikasi dengan lingkungan. Jadi kalau Anda butuh pertolongan, orang-orang jadi tidak segan untuk membantu.
- Mengakui kesalahan. Percayalah meskipun mudah diucapkan tapi susah dilakukan. Perlu kebesaran hati untuk bias menerapkannya, apalagi kalau ternyata Anda adalah pribadi dengan gengsi tinggi.
- Tidak gampang terpengaruh. Dalam situasi apapun, sepanjang Anda punya prinsip yang kuat dalam berusaha, jangan pedulikan apa kata orang, Anda punya hak untuk menentukan jalan hidup Anda sendiri.
Ternyata hal ini adalah salah. Kita tidak bisa menggantungkan sepenuhnya kepada orang lain, kepada faktor diluar diri kita. Kesuksesan hanya bisa diraih dengan kemampuan sendiri. Bergantung kepada sikap kita, perilaku kita. Sehingga, bukanlah tindakan bijak jika kita menyalahkan lingkungan atau keadaan di luar kita ketika kesuksesan belum diraih.
Maka, mulailah berkaca pada diri sendiri. Lihat kemampuan diri, dan sedapat mungkin meminimalisir ketergantungan kepada orang lain. Sekuat tenaga kita harus menjadi pribadi mandiri yang mampu meraih sukses dengan usaha sendiri. Bukankah kita telah dibekali dengan potensi fisik, akal, dan kalbu? Jika semuanya kita sinergikan dengan baik dan berimbang, insya Alloh kita akan mampu meraih kesuksesan. Sayangnya, acapkali upaya ini belum optimal dilakukan. Tak jarang, kita hanya mengandalkan salah satu potensi saja.
Berikut tips singkat agar kita punya pribadi yang mandiri:
- Selalu berupaya menambah kapasitas keilmuan, baik untuk meningkatkan kemampuan akal, maupun untuk kepentingan ruhaniyah. Setiap peluang ilmu, ambil dan jangan sia-siakan. Karena setiap tempat, keadaan, siapapun dapat menjadi ladang ilmu bagi kita.
- Latih diri, riyadhah selalu. Karena ilmu tanpa amal adalah teori semata, tidak berdampak apa-apa bagi kita. Jadi, setelah mendapat pelajaran baru, tentu yang baik, segera amalkan. Latih agar terbiasa, hingga nantinya dapat manjadi sebuah kebiasaan yang baik.
- Cari lingkungan yang kondusif, baik untuk berkarya, atau untuk beribadah. Jika tujuan sukses kita didukung pula oleh lingkungan yang kondusif, insya Alloh cita-cita kita akan lebih mudah diwujudkan. Suatu saat, ketika kita sudah siap, tentu lebih mulia lagi kalau kita sendiri yang menciptakan lingkungan yang kondusif itu.
- Jangan cengeng, tahan air mata anda di depan orang banyak di manapun juga, apalagi di kantor misalnya bila tidak mau dianggap aneh. Anda bisa dicap terlalu sensitif dan tidak kuat dalam menghadapi masalah.
- Selalu siap tempur. Dalam hal ini selalulah menyalakan semangat dalam diri Anda setiap hari. Katakan dalam hati bahwa Anda adalah pribadi yang tangguh dan siap mengadapi segala tantangan.
- Taklukkan tantangan. Jadikan masalah sebagai teka-teki yang harus dipecahkan. Belajarlah untuk menghadapinya sendiri tanpa bantuan orang lain.
- Menjadi pribadi yang komunikatif. Tinggalkan pribadi yang pendiam dan acuh pada sekitar. Ini saatnya Anda menjalin komunikasi dengan lingkungan. Jadi kalau Anda butuh pertolongan, orang-orang jadi tidak segan untuk membantu.
- Mengakui kesalahan. Percayalah meskipun mudah diucapkan tapi susah dilakukan. Perlu kebesaran hati untuk bias menerapkannya, apalagi kalau ternyata Anda adalah pribadi dengan gengsi tinggi.
- Tidak gampang terpengaruh. Dalam situasi apapun, sepanjang Anda punya prinsip yang kuat dalam berusaha, jangan pedulikan apa kata orang, Anda punya hak untuk menentukan jalan hidup Anda sendiri.